WELCOME TO MY PERSONAL BLOGER : "FOY, TABEA, TAOP SONG, MAHIKAI, SWEII, AMULE MENO, NAYAK, WAINAMBEY, ACEM AKWEI, ABRESO..!!

Kamis, April 7

"Jokowi, Bagaimana Kasus HAM Wasior ?"

Karikatur Foto : http://potretanakmelanesia.blogspot.co.id/
Manokwari City, Pertanyaan ini, tepat diajukan kepada  Jokowi setelah tiga hari lalu Jokowi masuk ke Wasior untuk kepentingan peresmian salah satu pelabuhan tol laut Wasior di Propinsi Papua Barat. Jokowi masuk ke wasior setelah sebulan lalu, pembantu Jokowi melalui Kemenkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan menegaskan di Jakarta, pada 17 Maret 2016 lalu “pemerintah akan selesaikan kasus HAM berat 2 Mei 2016 ini”, penyelesaian akan dilakukan melalui rekonsiliasi, disebutkan kasus wasior 2001 dan wamena termasuk dari total enam kasus lainnya di Indonesia akan jadi priority untuk dituntaskan.

Selasa, 5 April 2016 kemarin Jokowi meresmikan pelabuhan dan berdiri di teluk yang menjadi saksi bisu 15 tahun lalu, mayat-mayat korban mutilasi dan penghilangan paksa dibuang melalui karung dan kantung-kantung rinjani (sebutan masyarakat). Selama 15 tahun ini Negara melalui Kejaksaan Agung diam dibalik klaim tidak cukup bukti, meski sebaliknya lembaga Negara Komnas HAM mengklaim bukti cukup.

Jika suatu kasus tidak cukup bukti, tentunya bukan tindak pidana atau crime, jika itu mengapa Kemenkopolhukam memastikan komitment negara untuk rekonsiliasi wasior nanti ? toh rekonsiliasi itukan tidak cukup bukti ?  Negara mestinya memastikan ini kasus atau pelanggaran Hak Asasi Manusia lewat lembaga peradilan barulah dipikirkan rekonsiliasi sebagai cara penyelesaian.

Masyarakat wasior, sesungguhnya menyimpan perasaan traumatis terhadap Negara, tragedi mengerikan yang terjadi sepanjang Juni – Oktober 2001 itu saat ini sulit terlupakan, tetapi masyarakat lebih khawatir jika ketakutan mereka dicurigai menyimpan sesuatu dari Negara”. Masyarakat wondama akan dengan senyum menyambut Jokowi, tetapi apakah itu cukup untuk membalas nyawa sanak saudara yang pergi secara mengerikan dengan pelabuhan tol laut  ? inilah soal untuk rezim Jokowi, Jokowi kini berdiri di dalam perahu PDI Perjuangan, partai yang mengambilalih pemerintahan Gusdur melalui Megawati Soekarno Putri p-ada Juli 2001 silam, dalam pengertian megawati sang big bos, Jokowi saat ini ada disana ketika kampung-kampung tidak berdosa di Wondama di bakar habis.***black_fox