WELCOME TO MY PERSONAL BLOGER : "FOY, TABEA, TAOP SONG, MAHIKAI, SWEII, AMULE MENO, NAYAK, WAINAMBEY, ACEM AKWEI, ABRESO..!!

Kamis, Desember 14

"Papua Dalam Pusaran Berbagai Kebetulan Global"

Ilyushin II 76-MB Di Lanud Biak, Foto diambil dari Media Sosial

Oleh : Yosef Rumasef


Kebetulan Pertama, 

Kunjungan delegasi Rusia ke Biak. pada kunjungan itu dikabarkan bahwa dleegasi rusia mengunjungi Lanud Manahua. Mau dijadikan pangkalan militer ? Menarik bahwa sesudah kunjungan militer Rusia dengan pesawat Bombers modern itu, Di Jakarta, Jokowi mengumumkan Panglima TNI dari AURI, ada hubungan ka ?

apakah ini suatu kegiatan Profesional militer semata atau langkah Politik Jokowi sebagai early warning bagi US, bahwa dia (Indonesia) bisa saja melakukan counter move dengan mengubah kiblat dari sekutu US menjadi sekutu Rusia (meski Indonesia Non-block) ? Saya jadi mengingat Sejarah ketika Soekarno mendekati Uni sovyet, di masa lalua untuk mengancam US.

Kebetulan Kedua,

Freeport dan Dinamika politik di Indonesia akhir-akhir ini menarik untuk diikuti, kalau membaca buku "Bayang-bayang Intervensi" nampak jelas, Sejarah masuknya freeport ke Papua merupakan akibat konspirasi Politik, tingkat tinggi. Beberapa dinamika yang perlu dikritisi sedang berlangsung. Indonesia sedang mendorong divestasi saham Freeport. Ini yang dulu hendak dilakukan oleh Soekarno (dibawah thema Nasionalisme investasi asing) dan didukung Presiden US Jhon F Kenedy, akan tetapi ditentang Allen Dules ketika itu tengah menjabat sebagai Direktur CIA, Allen diduga membunuh Kenedy di US dan di Indonesia, dia menumbangkan Soekrano dari Jabatannya dan menaikan Jendral Soeharto sebagai Presiden RI dengan menggunakan isu PKI.

Saya sering bertanya, apakah aksi 212 yang bernuansa politik untuk melengserkan Jokowi itu orisinil atau by -design, seperti design isu PKI (lihat buku bayang-bayang Intervensi) untuk lengserkan Soekarno dan menaikan Soeharto ? jika ini perulangan Sejarah (de-Javu) di mana Jokowi ibarat Soekarno, lalu siapa pemeran Soehartonya ? apakah dari TNI AD ? apakah exit strateginya Freeport sedang mengulang cara-cara entrance strateginya ?

Kebetulan Ketiga,

Sesuatu yang luar biasa terjadi dalam pembentukan opini publik Internasional di US. Harian TheWashington Post gencar beritakan isu Papua terkait dokumen-dokumen peralihan Papua ke Indonesia. Berbagai media internasional, Nasional dan lokal mempublikasikannya. ini hanya implikasi dari kebebasan pers atau imbas dari Politik luar negeri Amerika merespon kisruh desakan divestasi Freeport.

Kebetulan Ke-empat,

sebuah kebetulan yang paling mengkuatirkan adalah kemungkinan "konflik horizontal" bersenjata yang dapat memicu dilakukannya operasi pengamanan bersenjata di wilayah pegunungan tengah.

Kebetulan, basis masa militan Benny Wenda dan Mote sebagai pimpinan ULMWP yang pada sidang umum PBB ke-71 September 2017 lalu berhasil mendorong isu Papua memasuki ruang PBB melalui beberapa Negara pasifik dan sekarang terus melakukan looby termasuk ke Negara-negara Afrika adalah wilayah pegunungan. Untuk menghancurkan basis massa itu guna melemahkan dukungan bagi ULMWP diperlukan justifikasi kuat.

Apakah aksi "penyanderaan Di banti dan aksi KKB menyerbu Polisi di Lani Jaya" suatu insiden murni atau suatu yang sesuai dengan kebutuan akan justifikasi untuk lakukan operasi ?

Jika ini suatu "kebetulan" maka saya bayangkan tahun 2018 akan terjadi lebih banyak lagi kebetulan yang "dipicu" konflik horizontal dalam persaingan Pilgub Papua yang dapat menjadi justifikasi suatu operasi keamanan yang rentan terhadap terjadinya pembungkaman pada basis politik ULMWP..mudah-mudahan tidak demikian.

Jakarta, 13 Desember 2017

Sumber tulisan ini diakses, dari acount FB yang bersangkutan #papuarisk diposting setelah memperoleh konfirmasi dari yang bersangkutan.